Minggu, 30 September 2012


KURVA LORENZ DAN KOEFISIEN GINI

















Pendekatan lain untuk melihat konsentrasi industri adalah dengan  menggunakan pemetaan Kurva Lorenz dan penghitungan Koefisien Gini  (Adelaja, dkk. 1998,  Wang 2004).

Kurva Lorenz dan Koefisien Gini  dipergunakan untuk mengukur dan membandingkan inequality dari  perusahaan-perusahaan di dalam industri. Kurva Lorenz dan Koefisien Gini  mengindikasikan tingkat kompetisi dalam suatu pasar dengan mengukur  inequality dalam distribusi ukuran dari perusahaan-perusahaan (Hart and  Prais 1956).

Koefisien Gini adalah ukuran statistik yang diperoleh dari Kurva  Lorenz, yang terkait dengan pangsa kumulatif dari total nilai suatu  variabel (output, revenue, jumlah pekerja, dsb.) terhadap angka  atau  persentase dari perusahaan-perusahaan yang ada dalam suatu industri yang  diurutkan meningkat sesuai ukurannya.

Jika kurva berbentuk lurus,  seluruh perusahaan memiliki ukuran yang sama, dan industri dapat  dipandang sebagai completely unconcentrated, mengindikasikan tingkat  kompetisi yang tinggi di pasar. Secara umum, perusahaan-perusahaan tidak  mempunyai ukuran yang sama dalam suatu industri, dan semakin besar  deviasi dari garis diagonal terhadap Kurva Lorenz, semakin besar  inequality dari ukuran perusahaan dan semakin besar konsentrasi pasar.  Sebaliknya, semakin dekat kepada garis diagonal, semakin terdistribusi  dan perusahaan-perusahaan semakin tidak terkonsentrasi.


















Sumber: Wikipedia
Gambar: Kurva Lorenz

Koefisien Gini didefinisikan sebagai sebagai rasio dari luasan yang  terletak di antara garis diagonal dan Kurva Lorenz dibagi dengan luasan  segitiga di bawah garis diagonal. Nilai maksimum dan minimum adalah satu  dan nol, berturut-turut mewakili total inequality dan total equality.
Jika luasan di antara garis diagonal (perfect equality) dan Kurva  Lorenz adalah A, dan luasan di bawah Kurva Lorenz adalah B, maka  Koefisien Gini adalah A / (A+B). Karena A+B = 0.5, maka Koefisien Gini, G  = A/(0.5) = 2A = 1-2B. Jika Kurva Lorenz merupakan fungsi Y = L(X),  nilai dari B dapat dicari dengan fungsi integral, sehingga:
G = 1 – 2*(integral 0-1 dari L(X)dX)
Kurva Lorenz dapat dituliskan sebagai fungsi L(F), dalam hal mana F  adalah sumbu horizontal, dan L adalah sumbu vertikal. Untuk populasi  berukuran n, dengan urutan nilai yi i=1 hingga n yang diurutkan  meningkat (yi <= yi+1), maka Kurva Lorenz adalah fungsi linier yang  menghubungkan titik-titik (Fi, Li), i = 0 hingga n, dalam hal mana F0 =  0, L0 = 0, dan untuk i = 0 hingga n:
Fi = i/n
Si = Yj1 + Yj2 + … + Yji
Li = Si/Sn

0 komentar:

Popular Posts

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.